Universitas Siber Asia : Universitas Pertama di Indonesia Yang Belajar Daring Penuh


edukasinfo.com | Untuk pertama kalinya Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara resmi memberikan izin operasional kepada Universitas Siber Asia (Unsia) dengan Nomor 757/M/2020 pada 24 Agustus 2020. Unsia didirikan oleh Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK). Unsia akan beroperasi di Menara Universitas Nasional (Unas) 2 di Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan.

Program studi (prodi) yang dibuka sebanyak 5 prodi yakni  Komunikasi, Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi, dan Informatika. Pembelajaran sepenuhnya dilaksanakan secara dalam jaringan (daring).

Unsia diresmikan oleh Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin dan turut menyaksikan peresmian yakni  mantan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), Mohamad Nasir; Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na'im; Direktur Jenderal PendidikanTinggi Kemendikbud, Nizam; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Agus Setyo Budi; Duta Besar Korea untuk ASEAN Sung Nam Lee, Menteri Kedutaan Besar Korea di Indonesia Lee Sang Ho.

Wapres, Ma'ruf Amin dalam acara peresmian Unsia yang dilakukan secara virtual pada tanggal 22 September 2020 meyakini, sistem pembelajaran daring atau e-learning dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat dan dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja yang tentunya dengan biaya yang terjangkau.

“Karena sebagai negara kepulauan dengan kondisi sosial ekonomi yang beragam, pendidikan melalui sistem pembelajaran daring atau e-learning dapat menjadi sebuah pilihan bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi,” tegas Wapres.

Disamping itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim sangat mengapresiasi komitmen Unsia mendukung kebijakan Merdeka Belajar. Mendikbud juga menyambut gembira lahirnya Unsia sebagai perguruan tinggi yang melaksanakan pembelajaran daring. Ia berharap Unsia dapat melahirkan sumber daya manusia berkompeten di tengah tantangan persaingan  global yang semakin ketat.

"Saya berharap Unsia menjadi penyelenggara pendidikan jarak jauh yang berkualitas. Tidak hanya membangun hard skills, tapi juga soft skills mahasiswanya. Itulah tantangan dari pembelajaran yang sepenuhnya daring, yaitu bagaimana mencetak sarjana yang kompeten dan unggul secara holistik,’’ ungkap Nadiem.

Unsia diharapkan dapat di terima oleh masyarakat luas, tidak hanya di Indonesia akan tetapi dapat merambah ke tingkat Asia. Hal ini untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional dan membuka peluang kerja sama dengan perusahaan multinasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ketua YMIK, Ramlan mengangkat Jang Youn Cho sebagai Rektor Unsia.

Comments

Post a Comment

Cara bicara menunjukkan kepribadian, berkomentarlah dengan baik dan sopan…