Praya - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darussalimin NW Praya menggelar yudisium bagi 50 lulusan dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026 di Gedung PGRI Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
Surat Keputusan tentang yudisium dibacakan oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Muhammad Sufyan Ats-Tsauri, M.Pd. Yudisium ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan akademik sekaligus menandai kesiapan mereka untuk melangkah ke dunia pengabdian dan profesionalisme.
Lebih dari sekadar seremoni akademik, yudisium menjadi pengingat bahwa gelar sarjana harus diiringi dengan integritas, kompetensi, tanggung jawab, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, STIT Darussalimin NW Praya menegaskan komitmennya untuk mencetak sarjana yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi etika, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Sebanyak 50 lulusan dari Program Studi PAI, PBA, dan PGMI diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Mereka juga diharapkan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah masyarakat.
Lulusan Program Studi PAI diharapkan mampu mengambil peran dalam pengembangan pendidikan agama dan pembentukan karakter peserta didik. Lulusan PBA diharapkan berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab, sedangkan lulusan PGMI dipersiapkan untuk turut meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya di lingkungan madrasah ibtidaiyah.
Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, para sarjana dituntut untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, memanfaatkan teknologi, serta menjaga integritas menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan para alumni dalam menerapkan ilmu pengetahuan, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Sebanyak 50 lulusan dari Program Studi PAI, PBA, dan PGMI diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Mereka juga diharapkan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah masyarakat.
Yudisium ini sekaligus menjadi momentum bagi para lulusan untuk menjaga nama baik almamater dan membuktikan bahwa pendidikan tinggi merupakan proses pembentukan manusia yang berilmu, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Ketua STIT Darussalimin NW Praya, Azra'i, M.Pd., berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang profesional, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Dengan bekal akademik dan nilai-nilai yang diperoleh selama perkuliahan, para sarjana diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam memajukan pendidikan dan membangun masyarakat yang lebih baik.
"Tolong jaga nama baik almamater dan berikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ucapnya saat menyampaikan sambutan, pada Sabtu (17/10/2016).
Ketua STIT Darussalimin NW Praya, Azra'i, M.Pd., berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang profesional, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Dengan bekal akademik dan nilai-nilai yang diperoleh selama perkuliahan, para sarjana diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam memajukan pendidikan dan membangun masyarakat yang lebih baik.
"Tolong jaga nama baik almamater dan berikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ucapnya saat menyampaikan sambutan, pada Sabtu (17/10/2016).
Lulusan Program Studi PAI diharapkan mampu mengambil peran dalam pengembangan pendidikan agama dan pembentukan karakter peserta didik. Lulusan PBA diharapkan berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab, sedangkan lulusan PGMI dipersiapkan untuk turut meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya di lingkungan madrasah ibtidaiyah.
Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, para sarjana dituntut untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, memanfaatkan teknologi, serta menjaga integritas menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Melalui yudisium ini, STIT Darussalimin NW Praya kembali menegaskan bahwa mencetak sarjana bukan sekadar menyelesaikan proses akademik, melainkan menyiapkan generasi berintegritas yang siap mengabdi, berkarya, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Comments
Post a Comment
Cara bicara menunjukkan kepribadian, berkomentarlah dengan baik dan sopan…