Menatap Publikasi Bereputasi, STIT Darussalimin NW Praya Perkuat Sinergi Pengelolaan Jurnal Ilmiah



Lombok Tengah — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darussalimin NW Praya terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan tata kelola publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui rapat pengelolaan lembaga jurnal ilmiah berbasis Open Journal Systems (OJS) yang melibatkan pengelolaan jurnal tingkat institusi dan program studi.

Rapat yang dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026 bertempat di ruang rapat Lantai 2 STIT Darussalimin NW Praya mengusung tema "Peningkatan Mutu, Tata Kelola, dan Reputasi Jurnal Ilmiah Menuju Akreditasi Nasional". Hal ini sesuai dengan s
urat undangan resmi rapat diterbitkan pada 16 September 2026 dengan nomor 316/STIT-DS/NW/Kp.002/IX/2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi untuk menyatukan langkah dalam membangun tata kelola jurnal ilmiah yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan. Agenda tersebut secara khusus diarahkan untuk membawa kelembagaan jurnal di lingkungan STIT Darussalimin NW Praya menuju jurnal yang bereputasi dan terakreditasi.

Pengelolaan jurnal ilmiah tidak lagi dipandang sebatas proses menerbitkan artikel secara berkala. Lebih dari itu, jurnal menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun budaya akademik, meningkatkan produktivitas penelitian, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Dalam konteks tersebut, penguatan pengelolaan OJS menjadi langkah penting. Sistem pengelolaan jurnal secara digital menuntut adanya sinergi antara pengelola jurnal, program studi, dan institusi agar setiap tahapan penerbitan dapat berjalan secara sistematis serta memenuhi standar tata kelola publikasi ilmiah.

Rapat ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan visi pengelolaan jurnal di lingkungan STIT Darussalimin NW Praya. Dengan adanya sinergi antarpengelola, pengembangan jurnal diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan berada dalam satu arah kebijakan institusi yang mendukung peningkatan mutu dan akreditasi jurnal.

Menuju jurnal bereputasi tentu bukan pekerjaan instan. Diperlukan konsistensi dalam menjaga kualitas artikel, profesionalitas pengelolaan, ketepatan waktu penerbitan, penguatan dewan editor dan reviewer, serta pemenuhan berbagai standar tata kelola jurnal ilmiah.

Ketua Senat sekaligus Pembina Yayasan Ponpes Darussalimin NW Sengkol Mantang, Drs. H. Ahmad Zaini, S.Pd., MM., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam sebuah sistem untuk mewujudkan pengelolaan jurnal ilmiah yang bereputasi tinggi.

"Mari melalui kesempatan ini kita lebih responsif dalam melaksanakan peran dan fungsi masing-masing dengan penuh tanggungjawab," ungkapnya.

Di samping itu, Ketua STIT Darussalimin NW Praya, Azra’i, M.Pd., berharap agenda ini dapat mendorong adanya perhatian dan kerja sama dalam pengelolaan lembaga jurnal ilmiah di lingkungan institusi. Penguatan jurnal diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas penelitian dan publikasi dosen maupun sivitas akademika.

"Ini merupakan tuntutan bagi kita semua untuk terus bersinergi guna meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah kita," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Lestari, S.Fil.i, MA., menjelaskan bahwa penguatan tata kelola jurnal diharapkan mampu menjadi bagian dari strategi dalam membangun reputasi akademik dan memperluas kontribusi keilmuan.

"Kita berikan wewenang kepada masing-masing Prodi untuk mengelola dan memaksimalkan kualitas jurnal yang kita miliki," ucapnya.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional dan kolaboratif, cita-cita menuju jurnal yang bereputasi dan terakreditasi dapat dipersiapkan melalui langkah-langkah yang terukur dan berkelanjutan. Dalam agenda rapat ini disepakati untuk mematangkan tim pengelola Jurnal dan melakukan peningkatan kualitas metadata artikel OJS (Open Journal Systems), memperkuat (DOI (Digital Object Identifier), memperkuat DOI, ORCID, Crossref, dan indexing, memperluas kerjasama dengan instansi lain.

Comments